Ramadhan merupakan bulan ke-9 dalam kalendar Islam. Ia bererti terik atau terbakar, kerana kebiasaannya pada bulan ini, cuaca sangat terik dan panas di Semenanjung Arab. Dan setelah Islam menapak, bulan ini merupakan bulan puasa bagi umat Islam.
14 ALASAN RINDUKAN RAMADHAN
Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:
Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:
1. Gelar Taqwa
Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS al-Baqarah : 183).
2. Bulan Pengampunan
Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadits menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."
3. Pahalanya Dilipatgandakan
Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim).
Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah).
4. Pintu Surga Dibuka dan Neraka Ditutup
"Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu." (HR. Muslim). Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak.
5. Ibadah Istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadits qudsinya, "Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." (HR. Bukhari Muslim).
6. Dicintai Allah
Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadits Qudsi, "Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya." (HR. Bukhari).
7. Do'a Dikabulkan
seperti sabda Nabi SAW, "Tiga do'a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do'anya orang teraniaya. Allah mengangkat do'anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. "Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR Ahmad dan Tirmidzi).
8. Turunnya Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan. (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur'an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.
9. Meningkatkan Kesihatan
Sudah terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesihatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat berehat kerana kita berpuasa dan tidak makan pada siang hari.
Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari toksik, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit dalam badan, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologi organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan saraf.
10. Penuh Harapan
Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah... rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya' Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. "Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari).
11. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus, Rayyaan
"Sesungguhnya di syurga itu ada sebuah pintu yang disebut Rayyan yang akan dilalui oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melaluinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup." (HR. Bukhari).
Minum air telaganya Rasulullah SAW: "Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi keampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.' Beliau berkata, 'Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu... Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telaga dimana ia tidak akan haus hingga masuk syurga." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).
12. Berkumpul Dengan Sanak Keluarga
Pada 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya AidilFitri. Silahturahim dan saling memaafkan akan dapat dilihat apabila semua ahli keluarga berkumpul ramai2 di kampung untuk menyambut hari raya dan saling bermaafan pada pagi raya. Silaturrahim ini tidak hanay dapat dilihat pada hari raya tetapi pada hari2 lain juga kerana silahturahim itu sgt dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadits, "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!" (HR. Bukhari).
13. Qaulan Tsaqiilaa
Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan solat malam dan tadarus al-Qur'an. Waktu paling yang baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS. Al-Muzzammil : 3).
Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengurniakn Qaulan Tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.
14. Hartanya tersucikan
Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat.
Zakat, disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.
Bagi memastikan sempurnanya puasa serta mampu memaksimakan pahala dan keuntungan dari Ramadhan, amalan yang berdasarkan nas yang kuat berikut perlu dilakukan:-
1) Berniat dalam hati untuk berpuasa di malam hari.
2) Bersahur di akhir malam
(yang terbaik adalah jaraknya dengan azan subuh selama bacaan 50 ayat al-Quran secara sederhana).
(yang terbaik adalah jaraknya dengan azan subuh selama bacaan 50 ayat al-Quran secara sederhana).
Nabi SAW bersabda :
"Perbezaan di antara puasa kami (umat Islam) dan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (Riwayat Muslim)
"Bersahurlah kamu, kerana pada sahur itu ada barakahnya." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Baginda SAW juga menyebutkan bahawa malaikat sentiasa meminta ampun bagi orang yang bersahur. (Riwayat Ahmad)
3) Memperbanyakkan bacaan Al-Quran dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Terdapat ramai ulama silam menyebut tentang kepentingan mendahulukan membaca Al-Quran di atas amalan sunat seperti menelaah kitab, membaca hadis dan lain-lain. Ia adalah salah satu amalan yang paling diambil berat oleh Nabi SAW ketika baginda membacanya bersama Malaikat Jibrail a.s. Hal ini disebut di dalam hadis al-Bukhari.
4) Memperbanyakkan doa semasa berpuasa.
Sepanjang waktu kita sedang menjalani ibadah puasa, ia adalah sentiasa merupakan waktu yang sesuai dan maqbul untuk kita berdoa, sebagaimana di tegaskan oleh Nabi SAW :-
Ertinya : "Tiga yang menjadi hak Allah untuk tidak menolak doa mereka, orang berpuasa sehingga berbuka, orang yang dizalimi sehingga dibantu, dan orang bermusafir sehinggalah ia pulang" (Riwayat Al-Bazaar)
Sebuah hadis lain yang hampir sama maksudnya menyebutkan :-
Ertinya : “Tiga yang tidak ditolak doa mereka, orang berpuasa sehingga berbuka, pemerintah yang adil dan doa orang yang dizalimi" (Riwayat At-Tirmizi)
5) Memperbanyakan doa ketika hampir berbuka.
Ini kerana tahap maqbul tatkala itu semakin hebat berdasarkan hadis Nabi SAW :-
Ertinya : "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa itu tatkala waktu berbukanya,adalah waktu doa yang tidak ditolak." (Riwayat Ibn Majah)
6) Menyegerakan berbuka puasa selepas pasti masuk waktu maghrib.
Berdasarkan hadis Nabi SAW :-
Ertinya : "Sentiasalah umatku berada dalam kebaikan sepanjang kamu menyegerakan berbuka" (Riwayat Al-Bukhari)
Berbuka juga perlu didahulukan sebelum menunaikan Solat Maghrib, malah jika pada hari tersebut tahap kelaparan kita agak luar biasa, lebih baik kita berbuka dan makan sekadar perlu agar kelaparan tidak mengganggu Solat Magrhib kita. Disebutkan bahawa tidaklah Nabi SAW menunaikan Solat Maghrib kecuali setelah berbuka walaupun hanya dengan segelas air.
(Abu Ya'la dan al-Bazzar) 7) Adalah digalakkan pula untuk berbuka dengan beberapa biji rutab (kurma basah) atau tamar (kurma kering) sebagai mengikuti sunnah,
dan jika tiada keduanya mulakan dengan meneguk air. Ertinya : “Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah (rutab) sebelum solat dan sekiranya tiada rutab, maka tamar dan jika tiada, baginda meminum beberapa teguk air".
8) Amat disunatkan untuk sedekah harta
bagi mempersiapkan juadah berbuka untuk orang ramai terutamanya orang miskin.
bagi mempersiapkan juadah berbuka untuk orang ramai terutamanya orang miskin.
Nabi SAW bersabda :-
Ertinya : “Barangsiapa yang memberikan juadah berbuka buat orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa kurang sedikit pun" (Riwayat At-Tirmidzi) Disebut dalam sebuah hadis lain, Ertinya : “Barangsiapa yang mengenyangkan seorang yang berpuasa (berbuka), Allah akan memberinya minum dari telagaku ini dengan satu minuman yang tidak akan haus sehinggalah ia memasuki syurga" (Riwayat Al-Baihaqi)
9) Menunaikan Solat Sunat Terawih pada malam hari secara berjemaah
buat lelaki dan wanita atau boleh juga dilakukan secara bersendirian.
Ia berdasarkan hadis riwayat An-Nasaie yang sohih. Boleh juga untuk menunaikannya separuh di masjid dan separuh lagi di rumah, terutamanya bagi sesiapa yang ingin melengkapkan kepada 20 rakaat.
10) Memperbanyakkan bersiwak
(iaitu menggunakan kayu sugi tanpa air dan ubat gigi). Ia juga sohih dari Nabi SAW dari Riwayat al-Bukhari.
(iaitu menggunakan kayu sugi tanpa air dan ubat gigi). Ia juga sohih dari Nabi SAW dari Riwayat al-Bukhari.
11) Amaran bagi berbuka di siang Ramadhan tanpa uzur.
Selain itu, Nabi juga menyebut bahawa : "Barangsiapa yang berbuka tanpa uzur pada Bulan Ramadhan, maka ia tidak mampu menggantikan kerugian dari puasa yang ditinggalkan itu, walaupun ia berpuasa selama-lamanya" (Riwayat Abu Daud, Ibn Majah)
Ku mengharapkan Ramadhan
Kali ini penuh makna
Agar dapat kulalui
Dengan sempurna
Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula
Puasa satu amalan
Sebagaimana yang diperintahNya
Moga dapat ku lenturkan
Nafsu yang selalu membelenggu diri
Tiada henti-henti
Tak ingin ku biarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah
Mengharungi segalanya dengan sabar
Kita memohon pada Tuhan diberikan kekuatan
Ku merayu pada Tuhan diterima amalan
Selangkah demi selangkah...
Dengan rahmatMu oh Tuhanku...
Ku tempuh jua
(Raihan-Harapan Ramadhan)
Smoga ini juga mnjadi harapan kt semasa bln Ramadhan yg bkal menjelma tidak lma lg..
Slamat menjalani ibadah puasa (^-^)


Posted by
0 comments :
Post a Comment